Langsung ke konten utama

Postingan

Al-Qur'an dan Lahjah Arab Part 2

Bismillah… Pada tulisan yang lalu telah dipaparkan gambaran umum mengenai lahjah arab, urgensitas, serta pengaruh nya terhadap qiraah al-Qur’an, pada tulisan kali ini penulis akan menguraikan lebih dalam mengenai lahjah arab yang terdapat didalam al-Qur’an baik lahjah yang fasih ataupun yang afsah. Baca selengakap nya  disini .  Lahjah Qabilah Quraisy Qabilah Quraisy  merupakan suatu qabilah yang besar dan terpandang pada masa arab jahiliyah  memegang peran yang sangat penting dalam sejarah Arab Jahiliyah, baik dari segi sosial, politik, maupun budaya. Sebagai qabilah yang terpandang, mereka tidak hanya dikenal karena kedudukan dan pengaruh mereka di Mekkah, tetapi juga karena keahlian mereka dalam bidang bahasa dan sastra. Bahasa Arab yang digunakan oleh Quraisy dianggap sebagai bentuk bahasa Arab yang paling fasih dan murni, sehingga menjadi standar dalam komunikasi dan karya sastra pada masa itu. Kefasihan bahasa Quraisy ini tidak lepas dari peran Mekkah sebagai p...

Al-Qur'an dan Lahjah Arab Part 1

  Bismillah.      Dalam khazanah keilmuan Islam, Al-Qur'an bukan hanya sekadar kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Muslim, melainkan juga sebuah karya sastra yang kaya akan keindahan bahasa dan variasi bacaan. Qiraat Al-Qur'an, yang merujuk pada cara-cara membaca Al-Qur'an, memiliki kedalaman dan keragaman yang mencerminkan kekayaan budaya Arab yang berakar sejak zaman Nabi Rasulullah SAW. Setiap qiraat memiliki ciri khasnya tersendiri, yang tidak hanya mempengaruhi pelafalan, tetapi juga makna yang terkandung dalam suatu ayat. Maka dari itu, penting untuk memahami bahwa lahjah Arab—variasi dialek dan aksen yang ada di dunia Arab—berperan signifikan dalam pengembangan dan penyebaran qiraat.       Perkembangan lahjah Arab tidak terlepas dari faktor sejarah dan interaksi antarbudaya. Perdagangan, migrasi, dan penaklukan telah banyak membawa pengaruh dari berbagai suku dan bangsa, yang kemudian memperkaya kosakata dan pengucapan dalam bah...

Penamaan Surah-surah al-Qur'an, ijtihadi atau tauqifi?

Bismillah..  Al-Qur’an merupakan kitab suci yang didalam nya banyak terdapat kemukjizatan-kemukjizatan dari berbagai sisi, mulai dari sisi bahasa, rasm, urutan ayat serta surah-surah didalam nya, hal tersebut telah dibahas oleh para ulama hingga para cendikiawan-cendikiawan muslim dibidang nya masing-masing yang kemudian memberikan kesimpulan penegasan bahwa kitab suci al-Qur’an bukan lah hanya sekedar kitab bacaan yang dibaca siang dan malam, melainkan merupakan sebuah kitab yang dari permulaan hingga akhir bahasan nya penuh dengan kemukjizatan.               Termasuk juga diantara kemukjizatan nya ialah penamaan nya yang masih menjadi pembahasan yang cukup hangat dikalangan para pengkaji al-Qur’an hari ini, akan tetapi jauh sebelum itu para ulama terdahulu sudah lebih dulu membahas dan memberikan pandangan nya masing-masing dengan berlandaskan dalil-dalil yang kuat. Dari sana mereka memberikan dua simpulan yang berb...

Pembagian al-Qur'an menjadi beberapa Juz, Hizb, & Ruku'

Bismillah… Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diturunkan Allah kepada Rasulullah Saw. Dengan berbagai kemukjizatan yang tersaji didalam nya baik dari segi uslub, bahasa, hingga  sastra, tak membuat para ulama cendikiawan berhenti dalam penelitian nya mengkaji al-Qur’an. Hingga pada tulisan kali ini kita akan sedikit membahas mengenai pembagian al-Qur’an menjadi beberapa bagian seperti pembagian yang kita kenal dengan istilah Juz, Hizb, ataupun Rubu’, dan Ruku’. Pada masa Rasulullah sendiri, pembagian-pembagian yang telah kita sebutkan belum ada pada masa itu, sehingga dalam beberapa Riwayat seperti pada Riwayat Aus ibn Hudzaifah dikatakan bahwa para sahabat membagi al-Qur’an menjadi tujuh bagian. Bagian yang  pertama  terbagi menjadi tiga surah, yaitu al-Baqarah, ali Imran, dan an-Nisa. Bagian  kedua  terbagi menjadi lima surah, yaitu al-Maidah, al-An’am, al-‘Araf, al-Anfal, dan at-Taubah. Bagian  ketiga  terbagi menjadi lima surah, yaitu ...

apa itu qiraah asyarah sugra dan kubra?

Bismillah...      Pada masa kekhalifaan Usman bin Affan periwayatan al-Qur’an dengan berbagai ragam bacaan nya telah menemukan titik terang nya pasca ditetapkan nya tiga kaidah baku yang telah ditetapkan oleh khalifah dan para tim penulis wahyu, terlebih saat beliau kembali memerintahkan para ulama delegasi beliau diutus kembali ke amsar,  baca: tujuh kota pusat perkembangan islam.   Ditangan para delegasi inilah kemudian lahirlah para imam qiraat sepuluh yang sampai pada kita hari ini, dimana dari kesepuluh imam tersebut terdapat dua murid yang masyhur dikalangan para ahlulqurra pada masa itu yang kemudian meriwayatkan dan kemudian memberikan kaidah bacaan yang mereka dapatkan dari gurunya, diantara mereka ada yang berguru secara langsung dan juga diantara mereka ada yang berguru melalui perantara, inilah yang disebut dengan periwayatan   bil washitah.  Penetapan para perawi ini berdasarkan kredibilitas dan juga kemasyhuran para perawi nya, sehigga ji...

Kritik Gramatika teks bacaan al-Qur'an

Bismillah… Al-Qur’an sejak awal diwahyukan nya kepada Rasulullah Saw telah kita yakini ke  absolut  an nya dari segala sisi, baik Bahasa, sastra, hukum, aqidah dll. Namun ke  absolut  an tersebut tidak dianggap benar bagi sebagian kalangan, lihat saja beberapa kalangan yang melihat dari segi Bahasa dan lahjah nya nampak menaruh keraguan terhadap-Nya, Jika enggan berkata orang-orang yang demikian tidaklah memiliki keilmuan dan wawasan yang mendalam, karena keilmuan yang mendalam dan wawasan yang luas pada diri seseorang akan melahirkan sikap yang bijak dan kritis.  Beranjak dari sana jauh sebelum muncul nya para kritikus dari kalangan orientalis, para ulama terdahulu juga sudah melakukan berbagai ragam penilitian terhadap uslub dan gramatika al-Qur’an untuk meneliti lebih lanjut hal tersebut. Dari segi gramatika Bahasa arab sendiri terdapat dua madzhab besar dalam ilmu gramatika arab (nahwu) yaitu madzhab basrah dan kufah, dari madzhab kufah sendiri cukup masyhur...

RASM USMANI BAGIAN 3

Bismillah… Permasalahan-permasalahan dalam Rasm usmani tidak terhenti setelah ditetapkan nya kaidah-kaidah penulisan nya era khalifah Usman bin Affan, meski demikian, hal itu menjadi sebuah batu loncatan yang sangat besar dalam sejarah al-Qur’an dimana kaidah yang ditetapkan menjadikan keotentikan al-Qur’an begitu terjaga dari ragam nya bantahan terhadap nya, hingga pada era nya pun rasm yang menyalahi kaidah rasm usmani dilenyapkan. Pelenyapan manuskrip-manuskrip tersebut pun juga tidak serta merta menghilangkan atsar-atsar penulisan rasm selain dari yang telah ditetapkan, karena pelenyapan nya hanya pada manuskrip yang tersebar saja, adapun mushaf-mushaf “pribadi” yang ditulis oleh beberapa sahabat masih terjaga, sehingga dari sinilah awal mula muncul nya istilah qiraah “syadz” dalam qiraat al-Qur’an, singkat nya kemunculan istilah ini dikarenakan penulisan rasm dalam qiraah syadz menyalahi mushaf  “al-Imam”  (yaitu salah satu ragam mushaf yang ditulis dengan rasm usmani yan...