Maulana Ust Nadir Rahimahullah (pakar kaligrafi al-Qur'an). Guru penulis Bismillah.. Para ahli sejarah sepakat bahwa penulisan al-Qur’an dari masa kenabian hingga masa penyebaran al-Qur’an keberbagai penjuru amsar tertulis tanpa adanya harakat maupun titik atau lebih dikenal dalam istilah ilmu rasm ustmani dengan "dhabt al-Qur'an" yang membedakan antara huruf yang satu dengan huruf yang lain nya, hal tersebut tidak hanya pada penulisan al-Qur’an namun juga terjadi pada aktifitas literasi mereka yang nihil dari pemberian harakat maupun titik. hal ini tidak menjadi masalah karena peranan kemampuan literasi bahasa arab yang kuat saat itu sehingga kecil kemungkinan terjadi nya lahn (baca: kesalahan dalam membaca al-Qur’an) dalam membaca kitab suci al-Qur’an maupun dalam tulis menulis. Akan tetapi ketika penyebaran islam sudah masuk pada umat non arab (a’jam) maka perlahan bacaan al-Qur’an pun mulai mengalami perubahan baik dari segi dialeg arab, lahjah, bahkan da...