Bismillah.. Ketika penyebaran islam sudah masuk pada kaum non arab, pelafalan dan pengkajian ayat ayat suci al-Quran mengalami pergeseran dalam pengucapan nya, oleh karena itu para ulama kemudian memulai dengan merumuskan beberapa kaidah untuk mempermudah dalam pengkajian nya terlebih dalam pelafalan nya. Ilmu tajwid dalam sejarah nya sudah ada sejak al-Quran diwahyukan pertama kali oleh Rasulullah Saw, sebagaimana dalam al-Quran (al-Muzzammil : 4) diperintahkan “bacalah al-Quran dengan tartil”, para ahlulqurra memaknai kata tartil pada ayat tersebut dengan membaguskan bacaan setiap huruf nya atau memberikan semua hak dan sifat sifat huruf yang terdapat pada bacaan al-Quran. Sehingga dari perintah tersebutlah Rasulullah Saw kemudian mengajarkan dan memerintahkan kepada para sahabat agar membacanya sesuai apa yang beliau baca kepada malaikat Jibril As. ( Baca: hukum membaca al-Quran dengan dan tanpaTajwid) . Adapun pada generasi sahabat hingga pada periode penulisa...