Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Paham yang salah terhadap Qiraah Sab’ah Part 2

Bismillah... Segala puji bagi Allah yang telah menjaga Al-Quran atas ummat manusia, dan menjadikan orang-orang yang menjaga nya sebagai orang-orang pilihan nya, dan menjadikan orang-orang pilihan nya sebagai keluarga nya, dan mengangkat derajat nya sebagai manusia yang mulia diantara seluruh manusia. Semoga Allah menjadikan kita semua bagian dari mereka. Aamiin... Pada tulisan part 1 sebelum nya (baca: Paham yang salah terhadap qiraat sab’ahpart 1) , penulis telah memaparkan beberapa pendapat dari makna “harf” dari beberapa hadis yang telah penulis uraikan, dan telah disebutkan juga dua dari tujuh perubahan atau perbedaan yang terjadi dalam bacaan qiraat itu sendiri, lima diantara nya akan penulis paparkan dibawah ini : Ketiga, berbeda dari segi wajah (baca:bentuk) I’rab nya (baca: Perubahan harakat akhir kalimat) Contoh pada Ayat ٱللَّهِ ٱلَّذِي لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ kalimat ٱللَّهِ berharakat kasrah (majrur) bisa dibaca ٱللَّ...

Paham yang salah terhadap Qiraah Sab'ah Part 1

Bismillah  Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Quran petunjuk bagi manusia semesta alam, terucap salawat dan salam kepada baginda Rasulullah yang telah mewariskan Al-Qur'an dengan berbagai kesempurnaan dalam setiap sisi bahasan nya dan juga kepada para pembaca Al-Qur’an yang digolongkan kedalam manusia yang mulia.  14 abad yang lalu sejak diturunkan nya Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW dalam berbagai variasi bacaan, Al-Qur’an telah diajarkan dari generasi ke generasi dengan mata rantai yang terjamin keotentikan nya (baca:mutawatir) , dan juga terhindar dari kesalahan dan kekurangan. Adapun dalam perbedaan variasi bacaan nya tidaklah menunjukkan pertentangan dan perselisihan dari satu ahlulqurra (baca:ahliQiraat) dengan ahlulqurra yang lain melainkan hanya corak perbedaan dan perubahan saja yang tidak mengubah bahkan merusak makna kalimat atau ayat itu sendiri, karena perubahan atau perbedaan yang terjadi saling mengisi atau saling menguatkan satu s...

Keotentikan Al-Quran Dari segi Qiraat nya

Bismillah Al-Quran merupakan kitab samawi terakhir yang diturunkan Allah kepada Rasulullah SAW dan menjadi petunjuk pagi seluruh manusia, Al-Quran ini sangat terjaga dari segi kesucian nya, penyandaran nya ( baca: isnad) , dan juga keaslian nya ( baca: Otentik). Hal itu dikarenakan Al quran merupakan kitab yang sangat sempurna dari segi sastra, bahasa, dan juga Uslub uslub nya, maka dari itu juga Al-Quran menjadi penyempurna dari kitab kitab samawi yang diturunkan kepada Rasul rasul sebelum nya, oleh karena itu jika Al-Quran yang sampai ditangan para pembaca sekalian sudah tidak otentik lagi maka tentu sja tidak ada bedanya lagi dengan buku bacaan pada umum nya. Jika kita menoleh kepada sejarah, tidak sedikit dari para orientalis yang memperdebatkan Al-Quran dari segi sastra karena ada nya beberapa kalimat kalimat dalam Al-Quran yang berubah ubah, hal ini dilatar belakangi dengan Rasulullah yang membacakan Al-Quran kepada para sahabat menyesuaikan dengan kemampu...