Langsung ke konten utama

Tulisan Pertama

Bismillah
Assalamu’alaikum wr wb
Hai teman teman semua 😃😃😃, selamat datang di Blog yang sederhana ini, Pada tulisan pertama ini saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, Nama saya Mohammed Mi’raj, lahir di watampone (Sulawesi Selatan) 12 Agustus 1998, Saya adalah seorang Pelajar dari tanah bugis yang merantau dari satu daerah ke daerah lain dari suatu negeri ke negeri lain untuk mencari ilmu dan hikmah dari para guru, tokoh, ulama, kawan kawan mahasiswa dll, dan kini saya menetap tinggal di negeri kinanah (mesir), mengembang amanah dari kedua orang tua untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain juga bangsa dan negara.
Dua tahun telah berlalu begitu cepat, tidak sedikit hal yang saya dapatkan disini sebagai seorang mahasiswa aktif Internal kampus maupun external kampus, maka dari itu salah satu tujuan saya membuat akun Tulisan ini adalah untuk belajar dan sedikit berbagi kepada teman teman semua.
Nah, maka dari itu dengan belajar dan berbagi ini saya meminta dukungan, kritik dan saran dari para pembaca sekalian agar saya dapat terus termotivasi dan istiqamah dalam berliterasi.
Mungkin ini saja yang bisa saya tulis ditulisan pertama saya ini, dan pada tulisan berikut nya in syaa Allah saya akan mulai membahas sebuah topik.
oh yah, jngan lupa follow akun sy 😁😆😁
ig: @mohammed_miraj12
twitter: @mohammedmiraj5
Terimah kasih atas kunjungan teman teman sekalian.
Selamat membaca.

Mohammed Mi’raj  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

apa itu qiraah asyarah sugra dan kubra?

Bismillah...      Pada masa kekhalifaan Usman bin Affan periwayatan al-Qur’an dengan berbagai ragam bacaan nya telah menemukan titik terang nya pasca ditetapkan nya tiga kaidah baku yang telah ditetapkan oleh khalifah dan para tim penulis wahyu, terlebih saat beliau kembali memerintahkan para ulama delegasi beliau diutus kembali ke amsar,  baca: tujuh kota pusat perkembangan islam.   Ditangan para delegasi inilah kemudian lahirlah para imam qiraat sepuluh yang sampai pada kita hari ini, dimana dari kesepuluh imam tersebut terdapat dua murid yang masyhur dikalangan para ahlulqurra pada masa itu yang kemudian meriwayatkan dan kemudian memberikan kaidah bacaan yang mereka dapatkan dari gurunya, diantara mereka ada yang berguru secara langsung dan juga diantara mereka ada yang berguru melalui perantara, inilah yang disebut dengan periwayatan   bil washitah.  Penetapan para perawi ini berdasarkan kredibilitas dan juga kemasyhuran para perawi nya, sehigga ji...

Penamaan Surah-surah al-Qur'an, ijtihadi atau tauqifi?

Bismillah..  Al-Qur’an merupakan kitab suci yang didalam nya banyak terdapat kemukjizatan-kemukjizatan dari berbagai sisi, mulai dari sisi bahasa, rasm, urutan ayat serta surah-surah didalam nya, hal tersebut telah dibahas oleh para ulama hingga para cendikiawan-cendikiawan muslim dibidang nya masing-masing yang kemudian memberikan kesimpulan penegasan bahwa kitab suci al-Qur’an bukan lah hanya sekedar kitab bacaan yang dibaca siang dan malam, melainkan merupakan sebuah kitab yang dari permulaan hingga akhir bahasan nya penuh dengan kemukjizatan.               Termasuk juga diantara kemukjizatan nya ialah penamaan nya yang masih menjadi pembahasan yang cukup hangat dikalangan para pengkaji al-Qur’an hari ini, akan tetapi jauh sebelum itu para ulama terdahulu sudah lebih dulu membahas dan memberikan pandangan nya masing-masing dengan berlandaskan dalil-dalil yang kuat. Dari sana mereka memberikan dua simpulan yang berb...

Pembagian al-Qur'an menjadi beberapa Juz, Hizb, & Ruku'

Bismillah… Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diturunkan Allah kepada Rasulullah Saw. Dengan berbagai kemukjizatan yang tersaji didalam nya baik dari segi uslub, bahasa, hingga  sastra, tak membuat para ulama cendikiawan berhenti dalam penelitian nya mengkaji al-Qur’an. Hingga pada tulisan kali ini kita akan sedikit membahas mengenai pembagian al-Qur’an menjadi beberapa bagian seperti pembagian yang kita kenal dengan istilah Juz, Hizb, ataupun Rubu’, dan Ruku’. Pada masa Rasulullah sendiri, pembagian-pembagian yang telah kita sebutkan belum ada pada masa itu, sehingga dalam beberapa Riwayat seperti pada Riwayat Aus ibn Hudzaifah dikatakan bahwa para sahabat membagi al-Qur’an menjadi tujuh bagian. Bagian yang  pertama  terbagi menjadi tiga surah, yaitu al-Baqarah, ali Imran, dan an-Nisa. Bagian  kedua  terbagi menjadi lima surah, yaitu al-Maidah, al-An’am, al-‘Araf, al-Anfal, dan at-Taubah. Bagian  ketiga  terbagi menjadi lima surah, yaitu ...